Ternyata Ini Penyebab Jerawat Tidak Kunjung Sembuh

12 Oct

Ternyata Ini Penyebab Jerawat Tidak Kunjung Sembuh,- Selain dapat mengganggu penampilan, timbulnya jerawat di kulit juga biasanya akan menimbulkan bekas yang sulit dihilangkan. Bagi mereka yang memiliki kulit acne-prone tentu masalah ini bukanlah hal yang asing lagi, namun bukan berarti Anda harys terus berurusan dengan masalah kulit yang satu ini.

Jika jerawat yang meradang terus dayang tanpa terlihat mereda, maka cobalah perhatikan kembali proses perawatan wajah dan obat jerawat yang digunakan. Karena bisa saja ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari justru membuat jerawat tetap betah dan tak kunjung hilang.

Untuk mengetahui hal tersebut, berikut ini beberapa penyebab jerawat tidak kunjung sembuh yang harus diketahui, yaitu :

  • Selalu menyentuh jerawat

Kebiasaan menyentuh wajah atau bahkan jerawat bisa membuat bakteri yang ada di tangan berpindah ke kulit wajah. Selain itu, jangan seklai-kali tergida untuk memencet jerawat ketika sudah terlihat matang. Pasalnya, jika tidak dilakukan dengan benar dan higienis, hal ini justru bisa memicu timbulnya jerawat baru, bahkan meninggalkan bekas jerawat yang lebih sulit untuk dihilangkan.

  • Malas berkonsultasi dengan dermatologi

Jika setelah 6 minggu jerawat tidak kunjung mereda atau bahkan kulit terlihat semakin meradang, maka sebaiknya segera kunjungi dokter ahli atau klinik perawatan kulit untuk berkonsultasi mengenai keluhan yang dialami. Hal ini tentu jauh lebih aman dan efektif jika dibandingkan dengan mencoba berbagai skin care lain yang kemungkinan justru membuat perawat jerawat semakin parah.

  • Hanya fokus pada area yang berjerawat saja

Ketika jerawat meradang, tentu ada kecenderungan kita hanya fokus pada area yang ditumbuhi jerawat, rutin mengolesi spot treatment sekaligus memerhatikan kondisi area yang berjerawat secara rutin.

Namun, jangan sampai lupa juga untuk merawat area wajah lainnya. Jaringan sel di bawah kulit saling berhubungan satu sama lain, jika Anda hanya berfokus mengobati jerawat saja, maka bisa jari ada beberapa area lain yang sebenarnya sudah memperlihatkan tanda-tanda timbunya jerawat namun tidak disadari.

 

  • Melupakan produk skin care lain

Ketika mengobati jerawat, wajah saja jika kita akan fokus pada area yang berjerawat hingga melupakan berbagai produk lain yang harus tetap digunakan. Padahal, produk perawatan wajah lain, seperti sunscreen dan pelembab bisa membantu proses penyembuhan jerawat menjadi lebih efektif. Selain selalu melindungi kulit dengan sunscreen setiap beraktivitas di luar ruangan, Anda juga perlu menjaga kelembaban kulit wajah agar jerawat baru tidak timbul dan menjaga kondisi kulit yang rentan kering akibat penggunaan obat jerawat.

  • Mengikuti DIY treatment tanpa riset

Perlu diketahui, berbagai bahan yang ada di dapur tidak selalu aman untuk kulit wajah. Bahkan apa yang baik dikonsumsi secara oral tidak menjadim kandungan tersebut aman ketika diaplikasikan secara topikal. Jangan langsung mengikuti resep DIY treatment secara mentah-mentah. Coba ketahui terlebih dahulu efek samping dan jika perlu tanyakan pada dokter ahli mengenai aman tidaknya bahan tersebut. Sebaiknya perbanyak referensi dengan membaca berbagai media seputar kecantikan yang terpercaya dibandingkan dengan mengikuti DIY treatment dari blog personal ataupun pinterest.

  • Menggunakan produk berbahan aktif secara berlebihan

Sebagian jenis kulit wanita Indonesia cenderung rentan mengalami hiperpigmentasi. Kondisi ini akan semakin rentan terjadi jika anda menggunakan obat jerawat berbahan aktif, seperti benzoyl peroxide. Penggunaan benzoyl peroxide berfungsi untuk mengatasi jerawat memang disarankan, namun kulit akan menjadi lebih sensitif dengan paparas sinar UV.

Biasanya setelah jerawat mengering, bekas jerawat akan meninggalkan noda hitam atau kemerahan yang umumnya sulit menghilang dan memerlukan waktu berbulan-bulan untuk kembali pada warna kulit semula. Maka dari itu, cobalah seimbangkan penggunaan obat jerawat dengan produk sunscreen dengan SPF tinggi dan bersifat broad spectrum, kemudian gunakan produk jerawat berbahan aktif dengan takaran secukupnya saja untuk mencegah kulit dari dehidrasi yang justru dapat memic timbulnya jerawat baru.

  • Kurang konsisten menangani jerawat

Berdasarkan sebuah studi di University of Colorado Hospital, Amerika Serikat, proses perawatan jerawat memerlukan waktu sekitar 6 minggu untuk melihat hasil dari perawatan yang dilakukan. Nah, sayangnya kebanyanyakan wanita tidak terlalu konsisten dan cenderung berpindah menggunakan obat baru atau perawatan lain sebelum 6 minggu. Padahal, untuk mengobati jerawat diperlukan konsistensi terutama dalam melakukan perawatan wajah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *