Mengenal Pemicu Jerawat Berlebih pada Wanita Hiperandrogen

8 Feb

Mengenal Pemicu Jerawat Berlebih pada Wanita Hiperandrogen,- Jaerawat merupakan salah satu masalah kulit yang cukup banyak dialami, terutama oleh wanita. Kemunculan jerawat ini tidak hanya dapat mengganggu penampilan, tetapi juga memengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang. Maka tak heran jika banyak wanita yang berusaha keras untuk menghilangkan masalah jerawat, baik itu dengan penggunaan obat jerawat atau melakukan perawatan di klinik kecantikan.

Namun, sebelum memulai untuk mengatasinya, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab timbulnya jerawat tersebut ?

Jika jerawat disebabkan oleh kurangnya Anda menjaga dan merawat kebersihan, mungkin hal tersebut bisa dengan mudah diatasi. Tapi, bagaimana jika jerawat yang Anda alami disebabkan oleh hormonal ?

Ternyata, ada salah satu faktor penyebab yang bisa memicu timbulnya jerawat pada wanita, yaitu hiperandrogen atau kelebihan hormon androgen dalam tubuh, yang merupakan salah satu gangguan paling umum yang mempengaruhi kondisi kesehatan wanita. Hiperandrogen disebabkan oleh berbagai faktor dan bisa secara langsung memengaruhi kesehatan kulit.

Hormon androgen merupakan hormon seks pria yang juga terdapat pada wanita dengan jumlah yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah yang ada pada pria. Hormon ini berperan dalam menumbuhkan rambut, memengaruhi kondisi kulit dan sel telur. Hormon ini diperlukan antara lain untuk pertumbuhan rambut kelamin.

Normalnya, jumlah hormon androgen dalam tubuh wanita hanya sedikit atau sekitar 1%. Jika lebih dari itu, maka bisa berpotensi terjadi kelainan hormonal yang disebut dengan hiperandrogen.

Walaupun tidak menunjukkan gejala klinis yang signifikan, namun kondsii ini bisa dilihat dari tumbuhnya rambut di bagian tubuh wanita yang tak biasa, siklus menstruasi yang kacau atau sindrom ovarium polikistik (PCO).

Lalu, bagaimana hiperandrogen bisa memicu jerawat berlebih pada wanita ?

Kelebihan hormon androgen pada wanita dapat meningkatkan proses pertumbuhan rambut, karena hormon ini merangsang produksi kelenjar minyak berlebih. Produksi minyak berlebih tersebut bisa membentuk keratin di folikel kulit, tempat tumbuhnya rambut-rambut. Kemudian minyak tersebut membentuk sebum dan menutup sel kulit mati lebih cepat dari biasanya.

Akibatnya, folikel kulit tersumbat dan jadi tempat kuman penyebab jerawat berkumpul. Kemudian menumbulkan reaksi peradangan dan jadilah jerawat.

Walaupun hormon androgen dalam kondisi yang normal, namun jika kelenjar minyak pada kulit sangat sensitif terhadap androgen, maka minyak akan diproduksi secara berlebih dan akhirnya menyebabkan terjadinya peradangan.

Untuk penanganannya, jerawat yang disebabkan oleh faktor kebersihan mungkin akan lebih mudah untuk diobati. Sedangkan jerawat hiperandrogen akan terus timbul walaupun sudah melakukan berbagai jenis perawatan. Jenis jerawat yang disebabkan karena hiperandrogen juga bisa dikenali dari berat ringannya jerawat.

Selain di wajah, jerawat akibat hiperandrogen juga bisa timbul di ketiak bahkan punggung. Ketika tidak bisa diatasi dengan tepat, maka bisa jadi jerawat akan tumbuh lebih besar bahkan bisa membentuk jerawat batu.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *