Masalah Jerawat Pada Ibu Hamil

2 Jun

masalah jerawat pada ibu hamilKehamilan merupakan masa-masa yang paling ditunggu  oleh setiap wanita. Selain merasa gembira karena  kehamilan, terkadang ada beberapa kondisi tambahan  yang dapat memperberat dan menyulitkan kehamilan  seorang wanita. Ketika hamil, hormon dalam tubuh  memang pasti banyak membawa perubahan dari bentuk  badan, selera makan, hingga masalah kulit. Dan salah  satu masalah yang paling sering dikeluhkan adalah  masalah jerawat.

Ketika sedang tidak hamil saja, jerawat merupakan  masalah kulit yang cukup mengganggu bagi sebagian  besar wanita. Terlebih lagi jika sedang hamil, ketika  seluruh tubuh terpengaruhi. Walaupun jerawat  merupakan hal yang wajar, namun kondisi tersebut  dapat sangat mempengaruhi kondisi psikis ibu hamil.

Jika sebelum hamil ibu pernah mengalami masalah  dengan jerawat, maka kehamilan akan lebih membuat  jerawat bertambah buruk. Karena hormon androgen  yang meningkat tajam bisa dianggap si kambing hitam  munculnya jerawat pada ibu hamil. Hormon androgen  ini dapat meningkatkan produksi kelenjar minyak,  sehingga produksi zat berminyak yang disebut sebum  pun menjadi lebih banyak.

Munculnya jerawat pada saat hamil bisa dikategorikan  menjadi 3, yaitu jerawat ringan, jerawat sedang, dan  jerawat berat. Sayangnya, kemunculan jerawat pada  saat hamil tidak bisa diprediksi. Jerawat bisa datang pada  trimester pertama, jedua, ataupun ketiga kehamilan.

Kondisi kulit yang verjerawat sebagian besar mereda  seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan  menghilang setelah bayi lahir, karena kondisi hormon  ibu kembali seperti semula. Maka dari itu, sebenarnya  ibu tidak perlu khawatir dengan kondisi kulit yang  berjerawat ini, karena sebagian besar tidakmenetap.

Penanganan Jerawat Pada Masa Kehamilan

Ketika ibu hamil mengalami masalah jerawat yang perlu  diperhatikan adalah perawatan dan pengobatan yang  tepat. Ibu disarankan untuk selalu mengonsultasikan  terlebih dahulu penggunaan obat ataupun perawatan  kulit dengan dokter. Hal ini disebabkan karena beberapa  obat minum untuk mengatasi jerawat telah diketahui  berbahaya untuk janin dn sebagian besar obat oles kulit  untuk jerawat menembus kulit, beredar dalam  peredaran darah dan menembus plasenta. Kondisi ini  dapat menyebabkan kelainan pada janin.

Jerawat bukanlah masalah serius, sehingga ibu bisa  menangani jerawat dirumah. Berikut beberapa cara  yang dapat dilakukan oleh ibu untukmenagtasi jerawat  selaam masa kehamilan :

  • Cucilah muka secara teratur 2 kali sehari dengan  menggunakan pembersih wajah dan air hangat
  • Jika rambut ibu berminyak, maka disarankan untuk  sering-sering keramas. Dan usahakan agar rambut tidak  sampai mengenai muka, karena akan memicu lebih  banyak jerawat
  • Jangan coba-coba menggaruk atau memencet jerawat,  karena dapat meninggalkan bekas pada wajah
  • Hindari menempelkan tangan pada wajah, karena  keringat dan kulit tangan yang berminyak dapat  menyebabkan terjadinya iritasi pada jerawat
  • Gunakan bahan-bahan yang tidak berbasis minyak  maupun alkohol, baik untuk kosmetik, pelembaba, tabir  surya ataupun pembersih wajah
  • Konsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang,  termasuk buah-buahan yang mengandung vitamin C,  dan memenuhi kebutuhan cairan untuk tubuh

Jika ibu memutuskan untuk menggunakan obat-obatan  dalam mengatasi jerawat, maka ibu harus memilih jenis  obat-obatan yang aman untuk ibu hamil. Sebelum  menggunakan obat-obatan untuk mengatasi jerawat  pada masa kehamilan, ibu sebaiknya berkonsultasi  terlebih dahulu dengan dokter agar terhindar dari obat- obatan yang justru dapat membahayakan janin.

masalah jerawat pada ibu hamil

Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *