Apa Benar Terapi Urine Mampu Atasi Masalah Jerawat?

30 Jun

Apa Benar Terapi Urine Mampu Atasi Masalah Jerawat?,- Siapapun pasti akan merasa sebal jika jerawat tiba-tiba muncul di kulit wajah. Tentu ini akan sangat mengganggu penampilan. Jika sudah deimikian, maka berbagai upaya dan pengobatan jerawat pun akan dilakukan agar jerawat bisa segera hilang.

Anda mungkin sudah mencoba berbagai cara untuk menghilangkan jerawat, mulai dari menggunakan obat jerawat, memanfaatkan bahan alami, hingga serum yang mengklaim bisa menghilangkan jerawat. Namun, apakah Anda pernah melakukan terapi urine untuk mengatasi masalah jerawat ?

Walaupun terdengar menjijikan, namun beberapa orang menganggap metode ini ampuh untuk menghilangkan jerawat. Benarkah ? Lantas, apakah terapi urine untuk menghilangkan jerawat aman dilakukan ?

Mengetahui Manfaat Terapi Urine untuk Atasi Masalah Jerawat

Terapi urine atau disebut juga terapi air seni/air kencing pada dasrnya sudah dikenal sejak beribu-ribu tahun lalu sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Masyarakat pada zaman kuno percaya bahwa air kencing bisa memberikan berbagai khasiat yang menyehatkan dan menyembuhkan.

Selain itu, air kencing juga dipercaya dapat mengatasi jerawat secara efektif. Seorang penulis mengklaim, mengoleskan urine di wajah sangat efektif untuk merawat dan mengobati kulit yang bermasalah.

Banyak orang yang mempercayai manfaat urine untuk jerawat. Tidak hanya bisa menyembuhkan jerawat, urine yang diaplikasikan ke wajah juga disebutkan dapat menyamarkan bekas luka di kulit serta menghilangkan keratosis pilaris atau permukaan kulit yang kasar.

Beberapa orang juga percaya bahwa urine dapat menjaga kekencangan kulit dan mencegah penuaan dini. Hal ini membuat sebagian orang mengoleskan urine pada wajah secara rutin sebagai perawatan kecantikan.

Namun, terlepas dari apa yang dikatakan banyak orang mengenai manfaat terapi urine untuk atasi jerawat, sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang cukup teruji atau dapat dijadikan acuan terkait hal tersebut. Meski penelitian tentang terapi urine sering dilakukan dan beberapa diantaranya menyebutkan bahwa terapi ini ampuh untuk mengobati berbagai jenis penyakit termasuk jerawat, namun banyak ahli yang kontra terhadap hasil penelitian tersebut.

Bahkan, para ahli berpendapat bahwa dalam situasi tertentu, penggunaan urine untuk mengobati berbagai masalah kesehatan justru dapat memperburuk masalah. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh para peneliti dari Loyala University of Chicago membuktikan bahwa air kencing tidak steril karena didalamnya terkandung berbagai bakteri hidup.

Secara umum, banyak komunitas ilmiah dan medis yang menentang penggunan urine sebagai pengobatan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan tertentu. Hal senada juga dikatakan oleh majalah ilmiah Scientific American dan organisasi American Cancer Society.

Intinya, pengobatan apapun tentu saja harus memberikan manfaat yang lebih besar daripada efek samping atau risikonya. Sayangnya, sampai sata ini belum ada bukti ilmiah bahwa terapi urine untuk atasi masalah jerawat dapat memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan dengan efek sampingnya. Itulah mengapa para ahli belum menyarankan terapi ini.

Terlepas dari berbagai hal tersebut, penting untuk diketahui bahwa urine merupakan zat sisa yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Ini artinya, jika dikonsumsi kembali, kemungkinan besar urine akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Terutama jika jumlah cemaran yang terkandung dalam urine cukup tinggi. Jadi, bukannya memberikan efek yang menyembuhkan, tetapi penggunaan air kencing sebagai obat bisa saja justru dapat memperparah kondisi kulit dan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *